Sabtu, 29 Desember 2018

Tugas (3) Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Media Audiovisual

SITI NUR AISYAH
A1P117046

 
KELOMPOK 4 :

    1. Hikma                           A1P1 17 011  
    2. Yuniatun Ulfasari          A1P1 17 030
    3. Bakri                             A1P1 17 032
    4. Sitti Saidah                   A1P1 17 047
    5. Sitti Nurul Afiah           A1P1 17 048
    6. Zulfakri Rizal               A1P1 17 052
    7. Indah Harfiana              A1P1 17 056
    8. Muh. Syahrun               A1P1 17 058
    9. Rio Febrian                   A1P1 17 061
   10. Martina                        A1A4 14 066
   11. Siti Nur Aisyah            A1P1  17 046




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  ( RPP )


Satuan Pendidikan   :  SMA ....
Kelas / Semester       :  X / 2
Mata Pelajaran          :  Geografi
Materi  Pokok          :  Hubungan manusia dan lingkungan akibat dinamika lithosfera
Sub Materi Pokok    :  Aktivitas manusia dalam pemanfaatan batuan   penyusun lithosfera       
Alokasi Waktu         :  1 X Pertemuan (1 X 135 Menit)



A.      Kompetensi Inti

1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2.      Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan,  gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3.      Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak             terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.       Kompetensi Dasar dan Indikator Ketercapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar
Indikator Ketercapaian Kompetensi

3.4. Menganalisis hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika litosfera





4.4  Menyajikan hasil analisis hubungan antara manusia dengan lingkungannya sebagai pengaruh dinamika lithosfera dalam bentuk narasi,tabel,bagan,grafik,gambar ilustrasi, dan atau peta konsep

 2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan tanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkan oleh dinamika geosfera

1.2.Mensyukuri penciptaan bumi tempat kehidupan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Pengasih 

3.4.1   Menjelaskan  pengertian vulkanisme
3.4.2   Membedakan intrusi magma dan    ekstrusi
3.4.3        Mendiskripsikan  gejala pasca vulkanis
3.4.4        Mendiskripsikan dampak  gunung berapi terhadap kehidupan.


4.4.1. Mempresentasikan hasil analisis tentang gunung berapi



        C. Tujuan Pembelajaran
       Dengan mengamati  siswa dapat:
      3.4.1.  Menjelaskan  pengertian vulkanisme
3.4.2   Membedakan intrusi magma dan    ekstrusi
3.4.5        Mendiskripsikan  gejala pasca vulkanis
3.4.6        Mendiskripsikan dampak  gunung berapi terhadap kehidupan dampak  gunung berapi

       
    D. Materi Ajar

1.   Pengertian vulkanisme adalah peristiwa yg berhubungan dengan naiknya magma dari dapur magma menuju permukaan bumi.
2.      Perbedaan intrusi magma dan ekstrusi magma
    Intrusi magma adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfer namun tidak sampai kepermukaan bumi
      Ekstrusi magma adalah aktivitas magma sampai permukaan bumi
3.      Gejala pasca vulkanis : gejala setelah gunung api meletus
4.      Dampak gunung api :
      Dampak positif
a.       Menghasilkan material padat sebagai bahan bagunan
b.      Sebagai tempat pariwisata
c.       Sebagai penangkap hujan dll
 Dampak negatif :
a.       menimbulkan korban jiwa
b.      kehilangan harta benda
c.       kebakaran hutan,dll.
E. Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran         : Diskusi, ceramah,Tanya jawab,Penugasan
Pendekatan Pembelajaran   : Scientific
Model Pembelajaran           : Problem Base Learning

 F. Alat dan Bahan

1.         Alat dan Bahan :
a.       Power point
b.      LCD

 2.         Sumber Belajar :
a.       Buku Geografi yang relevan
b.      Internet
c.       Maket batuan

G. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan
Deskripsi
Abstraksi waktu
1.    Pendahuluan
Orientasi peserta didik kepada masalah
·      Memberikan salam
·      Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk belajar
·      Menanyakan kehadiran siswa
·      Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa
·      Tanya jawab materi sebelumnya mengenai mengenal  batuan penyusun kulit bumi
·      Menyampaikan topik dan kompetensi yang akan dicapai

15    menit

2.    Inti
Mengorganisasikan peserta didik














Membimbing penyelidikan individu dan kelompok























Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

·      Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
·      Siswa membaca buku teks  dan  sumber bacaan lainnya   tentang vulkanisme

Merapi1

·      Siswa mengamati gambar gunung api
·      Masing-masing kelompok
     mengidentifikasi masalah dan    menjawab pertanyaan pada lembar kerja
·      Masing-masing kelompok tanya jawab tentang vulkanisme
·      Guru menjelaskan tentang proses diskusi

·      Kelompok 1, mendiskusikan bentuk gunung api
·      Kelompok 2 ,mendiskusikan kegiatan intrusi magma dan ekstrusi magma
·      Kelompok 3, mendiskusikan tentang material vulkanik
·      Kelompok 4  mendiskusikan  tipe letusan gunung  berapi
·      Kelompok 5 mendiskusikan gejala pasca vulkanik
·      Kelompok 6 mendiskusikan dampak adanya gunung berapi

·      Masing-masing kelompok menyusun laporan hasil diskusi dengan mengembangkan konsep berdasarkan lembar kerja hasil pengamatan dengan didukung buku referensi
·      Masing-masing kelompok mempresentasikan laporan hasil diskusi kelompok
·      Kelompok lain memberikan tanggapan atas presentasi tersebut


100 menit
1.   Penutup


Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
·      Guru dan siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
·      Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran terntang vulkanisme
·      Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
·      Pemberian tugas mengumpulkan hasil diskusi
·      Guru menyampaikan pokok materi yang akan dibicarakan pada pertemuan yang akan datang
·      Kegiatan diakhiri dengan salam

20    menit





RINGKASAN MATERI LITOSFER (AKTIVITAS VULKANISME)

      A. Vulkanisme



Vulkanisme adalah peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi. Kata Vulkan berasal dari “Vulcano”, suatu kawah gunung api di Kepulauan Lipari di lepas pantai Italia. Juga berkaitan dengan nama Dewa Api Bangsa Yunani “Vulcanus”. 

 1.  Istilah-Istilah Vulkanisme

    • Vulkanologi adalah ilmu kebumian yang mempelajari gunung api
    • Kawah adalah lubang pada tubuh gunung api sebagai tempat keluarnya magma. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. Bila kaldera terisi air yang cukup banyak maka akan terbentuk danau kawah atau danau vulkanik. Kawah dan kaldera yang ada di Indonesia, antara lain: Kawah Takubanperahu (Jawa Barat), Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah), dan Kaldera Gunung Batur (Bali).


       B.   Magma 


Magma adalah meteri kental yang terbentuk di dalam kerak bumi atau di selimut batuan bagian atas. Merupakan persenyawaan yang sangat kompleks dari berbagai unsur, terutama berupa Silikat, air, dan gas-gas. Mungkin seluruhnya berupa cair atau mungkin juga kental. Magma dapat dibedakan berdasarkan perbedaan susunan mineral yang dikandung. Kandungan tersebut meliputi Magma Masam (Asam) dan Magma Basa.

  • Magma Masam (Asam) atau dikenal juga sebagai Magma Silika adalah magma yang banyak mengandung mineral-mineral Silikat dan Feldspar, cukup banyak Natrium dan Kalium, kurang mineral Besi dan Magnesium. Umumnya mineral-mineralnya kurang berat. Kandungan gasnya tinggi, dan lebih kental. Biasanya menghasilkan ledakan dahsyat kerena tekanan gasnya besar. Magma tipe ini menghasilkan tipe gunung api komposit atau strato dan gunung api maar.
  • Magma Basa, magma tergolong Basa (Mafic) adalah magma yang banyak mengandung mineral-mineral Besi dan Magnesium serta Kalsium, tetapi kurang mineral Silikat. Kandungan gasnya rendah dengan kekentalan rendah (encer). Biasanya letusan dari magma ini tidak begitu hebat, erupsinya bersifat effusif/ meleleh. Tipe gunung api yang dihasilkan oleh tipe Magma Basaltik adalah tipe gunung api perisai


Menurut Bemmelen magma akan mengalami peristiwa hipodifferensiasi/ pemisahan magma, dimana magma yang bersifat asam akan bergerak keatas karena lebih ringan, sedangkan yang bersifat basa dibagian bawah. Gerakan pemisahan magma di dalam dapur magma tersebut akan menimbulkan gaya keatas, mendobrak batuan penyusun kerak bumi dan bila ada kesempatan akan muncul ke permukaan lewat celah-celah retakan atau lewat pipa gunung api



      C.    Meterial Hasil Aktivitas Vulkanisme



Sesuai wujudnya, ada 3 jenis bahan yang dikeluarkan tenaga vulkanisme, yaitu benda padat, cair, dan gas.


      a.     Benda Padat


Material vulkanik yang padat disebut efflata atau piroklastik. Ukuran efflata mulai dari yang paling halus sampai yang kasar atau besar berturut-turut adalah debu, pasir, lapili (batu sebesar kerikil), batu-batuan besar (bom), dan batu apung


      b.     Benda Cair


Bahan cair yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme terdiri dari 3 macam, yaitu lava, lahar panas, dan lahar dingin  

·   Lava adalah aliran magma dipermukaan bumi yang menutup permukaan disekitarnya

·         Lahar panas adalah aliran lumpur panas yang merupakan campuran lava dengan air

·         Lahar dingin yaitu batu, pasir, dan debu di puncak gunung, jika hujan lebat maka air hujan itu akan bercampur dengan debu dan pasir yang merupakan bubur kental. Cairan ini mengalir dengan deras kebawah melalui lereng dan jurang dan menyapu bersih semua yang dilaluinya

      c.     Benda gas (Ekshalasi)


Terdiri atas : 

·         Solfatar (Belerang), yaitu gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang keluar dari lubang 

·         Fumarol, yaitu tempat yang mengeluarkan uap air panas

·         Mofet, yaitu tempat yang mengeluarkan gas asam arang (CO2)
      D.   Erupsi (Ekstrusi Magma)
Ekstrusi magma adalah suatu kegiatan penerobosan magma ke permukaan bumi. Salah satu contohnya adalah letusan gunung api (erupsi). Berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi waktu magma keluar, erupsi dibedakan menjadi :
·         Erupsi Linier (Erupsi Belahan)
Gerakan magma menuju permukaan bumi melalui celah-celah atau retakan–retakan, magma yang dikeluarkan dari gunung api tersebut bersifat sangat encer dan menutupi wilayah yang sangat luas
·         Erupsi Sentral
Yaitu jika lava keluar melalui terusan kepundan yang berbentuk pipa yang relatif kecil dan sempit. Akibatnya meterial vulkanik yang dihasilkan berbentuk kerucut vulkanik. Tipe ini menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu gunung api perisai, gunung api maar, dan gunung api strato
Erupsi sentral dibagi menjadi 3 macam yaitu:
·         Erupsi Effusif/ aliran, terjadi pada gunung api perisai
·         Erupsi Eksplosif/ ledakan, terjadi pada gunung api maar
·         Erupsi Campuran (aliran dan ledakan), terjadi pada gunung api strato

      Tiga bentuk gunung api hasil erupsi sentral


       a.      Gunung Api Perisai


Gunung api ini terbentuk oleh aliran magma cair encer, sehingga pada waktu magma keluar dari lubang kepundan, meleleh kesemua arah dalam jumlah besar dari satu kawah besar/ kawah pusat dan menutupi daerah yang luas yang relatif tipis. Sehingga bentuk gunung yang terbentuk mempunyai alas yang sangat luas dibandingkan dengan tingginya. Sifat magmanya basa dengan kentalan rendah dan kurang mengandung gas. Karena itu erupsinya lemah, keluarnya ke permukaan bumi secara effusif/ meleleh. Akibatnya lereng gunung api ini landai (2-10°) tingginya tidak terlalu tinggi dibanding diameternya, dan permukaan lereng halus. Contohnya adalah gunung api di Kepulauan Hawaii



       b.      Gunung Api Kerucut


Gunung api ini dibangun oleh materi erupsi yang kebanyakan berupa piroklastik. Magmanya bersifat masam, lebih kental dan banyak mengandung gas sehingga erupsinya eksplosif/ meledak. Materi-meteri piroklastik itu akan diendapkan sedikit demi sedikit sampai terbentuk suatu kerucut gunung api. Kadang-kadang bahan erupsinya berganti-ganti antara piroklastik dan lava sehingga kelihatannya berlapis-lapis. Gunung api demikian disebut Composite Cone atau kerucut campuran. Jadi bentuknya juga seperti kerucut dengan lereng curam  (10-35°) kebanyakan gunung api di Indonesia termasuk dalam gunung api kerucut.



       c.     Gunung Api Maar 


Bentuk gunung yang tergolong Maar terbentuk kerena terjadi letusan eksplosif sebuah dapur magma yang relatif kecil dan dangkal, sehingga dengan satu kali erupsi saja habislah aktivitasnya. Bentuk gunung ini biasanya melingkar, disamping itu erupsi berupa gas sehingga di sekitar lubang kepundan habis terkikis oleh gas, dan biasanya meninggalkan lubang besar seperti kubangan. Erupsinya lemah dan sangat berbahaya karena gas-gas beracun yang dikeluarkan. Biasanya pada pertama kalinya terjadi ledakan dahsyat dan menghempaskan sebagian besar tubuh gunung, selanjutnya aktivitas gas lebih dominan. Contohnyya dijumpai Gunung Lamongan




Kuat atau lemahnya gunung api tergantung dari tekanan gas, kedalaman dapur magma, luasnya sumber/ dapur magma dan sifat magma (cair/ kental). Menurut aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:

    • Gunung aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja yang kawahnya selalu mengeluarkan asap, gempa, dan letusan. Misalnya Gunung Merapi
    • Gunung Mati, yaitu gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak meletus lagi, misalnya Gunung Patuha, Gunung Sumbing
    • Gunung istirahat, yaitu gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian istirahat kembali, misalnya Gunung Ciremai, Gunung Kelud
      E.      Tipe Letusan Gunung Api


Letusan gunung api adalah suatu ketampakan gejala vulkanisme kearah permukaan/ suatu aspek kimia pemindahan tenaga kearah permukaan. Tipe letusan gunung api dibedakan berdasarkan bentuk dan lokasi kegiatan serta lokasi pusat kegiatan.



a. Berdasarkan bentuk dan lokasi pusat kegiatan  

·         Letusan pusat yaitu erupsi yang melalui pipa kepundan gunung api

·         Letusan celah yaitu erupsi yang tidak melalui lubang kepundan gunung api melainkan meleleh keluar lewat retakan-retakan kerak bumi. Contoh: Plateau Pekka di India, dan Plateau Columbia, AS

b. Berdasarkan lokasi pusat kegiatan menurut Rittman (1962)
·         Letusan pusat, lubang kepundan merupakan saluran utama bagi peletusan
·         Leleran samping, terbentuk apabila magma yang membentuk Sill menerobos kepermukaan lereng gunung api
·          Korok melingkar, terjadi ketika pipa kepundan tersumbat oleh magma yang membeku didalamnya, sehingga menghalangi keluarnya magma dan magma mencari jalan lain menerobos magma mencari jalan lain, menerobos batuan yang lebih lemah dan terbentuklan lubang kepundan yang baru.
 Letusan diluar pusat, terjadi dibagian kaki gunung api dengan sistem saluran magma tersendiri yang tidak ada kaitannyan dengan lubang kepundan utama.
Escher membuat klasifikasi letusan gunung api yang didasarkan pada besarnya tekanan gas, derajat kecairan magma, dan kedalaman dapur magma sehingga melahirkan tipe-tipe letusan gunung api.




 

No.
Tipe Gunung
Tekanan Gas
Derajat Kecairan Magma
Kedalaman Dapur Magma
1.
Tipe Hawai
Rendah
Cair
Dangkal
2.
Tipe Stromboli
Sedang
Cair
Agak dalam
3.
Tipe Vulkano
a.     Vulkano lemah
b.     Vulkano kuat
Sedang
Sedang
Tinggi
Agak cair
Kurang Cair
Kental
Agak dalam
Agak dalam
Dalam
4.
Tipe Merapi
Rendah
Cair kental
Dangkal
5.
Tipe Pelee
Tinggi
Kental
Dalam
6.
Tipe St. Vincent
Sedang
Kental
Dangkal
7.
Tipe Perret/ Plinian
Tinggi
Cair
Sangat  Dalam



       F.    Instruksi Magma


Yaitu proses penerobosan magma ke dalam litosfer tetapi tidak mampu mencapai permukaan bumi. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan sebagai berikut.

·         Batolit, yaitu magma yang membeku di dalam dapur magma
·      Lakolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan membeku diantara dua lapisan batuan erbentuk lensa cembung
·     Sill/ keeping intrusi, batuan beku yang terbentuk diantara dua lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar
·       Gang/ dike, yaitu magma yang memotong lapisan batuan dengan arah tegak/ miring, berbentuk pipih dan melebar
·        Apofisa, yaitu batuan beku yang bercabang-cabang banyak (seperti menjari)
·    Diatrema, yaitu batuan pengisi pipa letusan, berbentuk silinder mulai dari dapur magma sampai kepermukaan bumi
·     Lapolith, yaitu batuan beku yang mendesak lapisan di atas dan di bawahnya menjadi bentuk bikonveks
·    Pacolith, yaitu jenis batuan beku yang mendesak lapisan di bawahnya sehingga membentuk suatu bentukan lenssa datar-cembung
 

       G. Gejala-Gejala Gunung Api Akan Meletus

·         Terjadinya getaran bumi
·         Suhu disekitar kawah naik
·         Sumber air tiba-tiba kurang atau kering
·         Terdengar suara gemuruh
·         Binatang di puncak turun ke lereng
·         Pohon-pohon di sekitar kawah mengering
     
     
       H.    Gejala Pascavulkanik/ Post  Vulkanik

Gejala pascavulkanik merupakan gejala yang masih terdapat dari sisa aktivitas vulkanisme pada gunung api mati/ gunung api beristirahat. Gejala tersebut antara lain:
·         Adanya sumber air panas
·         Adanya sumber air mineral
·         Geyser (mata air yang memancarkan air panas secara periodik)
·         Sumber gas
·         Fumarol ( uap air panas)
·         Solfatar (gas Hidrogen Sulfida)

        Pengaruh vulkanisme terhadap kehidupan


a.       Pengaruh vulkanisme yang menguntungkan
·         Gunung api merupakan daerah penangkapan hujan
·         Abu vulkanik bersifat menyuburkan tanah pertanian
·         Hancuran bahan vulkanis mengandung unsur hara.
·         Menghasilkan bahan galian, seperti belerang, perak dan lain-lain
·         Hutan di daerah gunung api berfungsi menahan erosi serta menyimpan air hujan

b.      Pengaruh vulkanisme yang merugikan
·         Letusan gunung api merusak lahan pertania
·         Hujan abu merusak semua yang dilaluinya
·         Lahar panas bersifat merusak kehidupan
·         Awan panas merusak kehidupan
·         Lahar dingin mendangkalkan sungai
·         Gas beracun mematikan manusia
·         Gelombang pasang

LEMBAR KEGIATAN 1 PENGAMATAN  PESERTA DIDIK

                    JUDUL  :  Vulkanisme
                    KELAS / SEMESTER : X /2

AMATI GAMBAR  VULKANISME BERIKUT INI, KEMUDIAN ISILAH LEMBAR KERJA YANG ADA DI BAWAH INI !












Bentuk- bentuk Gunung Api
Pengertian

Contoh
1.






2.






3.






 
  



LEMBAR KEGIATAN 2  PENGAMATAN  PESERTA DIDIK



JUDUL :  INTRUSI dan EKSTRUSI MAGMA

KELAS/SEMESTER: X/2



AMATI GAMBAR  BERIKUT INI, KEMUDIAN ISILAH LEMBAR KERJA YANG ADA DI BAWAHNYA ! 










Penggolongan vulkanisme
Intrusi magma
Ekstrusi magma ( Erupsi )

Pengertian
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Bentuk- bentuk
1.....................................................

2.....................................................

3.....................................................

4.....................................................

5.....................................................

1................................................

2................................................

3...............................................

 




LEMBAR KEGIATAN  3  PENGAMATAN  PESERTA DIDIK



JUDUL :  MATERIAL GUNUNG API

KELAS/SEMESTER: X/2



AMATI GAMBAR  BERIKUT INI, KEMUDIAN ISILAH LEMBAR KERJA YANG ADA DI BAWAHNYA ! 

 










































Tidak ada komentar:

Posting Komentar