RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Satuan
Pendidikan : SMA ....
Kelas
/ Semester : X / 2
Mata
Pelajaran : Geografi
Materi Pokok : Hubungan manusia
dan lingkungan akibat dinamika lithosfera
Sub
Materi Pokok : Aktivitas manusia
dalam pemanfaatan batuan penyusun
lithosfera
Alokasi
Waktu : 1 X Pertemuan (1 X 135
Menit)
A.
Kompetensi Inti
1.
Menghayati
dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya.
2.
Mengembangkan
perilaku
(jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
3.
Memahami
dan menerapkan pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural dalamilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
4. Mengolah,
menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B.
Kompetensi Dasar dan Indikator
Ketercapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar
|
Indikator Ketercapaian Kompetensi
|
3.4. Menganalisis
hubungan antara manusia dengan lingkungan sebagai akibat dari dinamika
litosfera
4.4 Menyajikan hasil
analisis hubungan antara manusia dengan lingkungannya sebagai pengaruh
dinamika lithosfera dalam bentuk narasi,tabel,bagan,grafik,gambar ilustrasi,
dan atau peta konsep
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan
tanggungjawab terhadap masalah yang ditimbulkan oleh dinamika geosfera
1.2.Mensyukuri
penciptaan bumi tempat kehidupan sebagai karunia Tuhan Yang Maha
Pengasih
|
3.4.1
Menjelaskan pengertian
vulkanisme
3.4.2
Membedakan intrusi magma dan
ekstrusi
3.4.3
Mendiskripsikan gejala pasca vulkanis
3.4.4
Mendiskripsikan dampak gunung berapi terhadap kehidupan.
4.4.1.
Mempresentasikan hasil
analisis tentang gunung berapi
|
Dengan mengamati siswa dapat:
3.4.1. Menjelaskan pengertian vulkanisme
3.4.2 Membedakan intrusi magma
dan ekstrusi
3.4.5
Mendiskripsikan
gejala pasca vulkanis
3.4.6
Mendiskripsikan dampak
gunung berapi terhadap kehidupan dampak
gunung berapi
D. Materi Ajar
1. Pengertian vulkanisme adalah peristiwa yg berhubungan
dengan naiknya magma dari dapur magma menuju permukaan bumi.
2.
Perbedaan intrusi magma dan ekstrusi magma
Intrusi magma adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfer namun tidak sampai kepermukaan bumi
Ekstrusi magma
adalah aktivitas magma sampai permukaan bumi
3.
Gejala pasca vulkanis : gejala setelah gunung api
meletus
4.
Dampak gunung api :
Dampak positif
a.
Menghasilkan material padat sebagai bahan bagunan
b.
Sebagai tempat pariwisata
c.
Sebagai penangkap hujan dll
Dampak negatif :
a.
menimbulkan korban jiwa
b.
kehilangan harta benda
E. Metode Pembelajaran
Metode Pembelajaran : Diskusi, ceramah,Tanya
jawab,Penugasan
Pendekatan Pembelajaran : Scientific
Model Pembelajaran : Problem Base Learning
F. Alat dan Bahan
1.
Alat dan Bahan :
a.
Power point
b.
LCD
2.
Sumber Belajar :
a.
Buku Geografi yang
relevan
b.
Internet
c.
Maket batuan
G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
|
Deskripsi
|
Abstraksi waktu
|
1.
Pendahuluan
Orientasi
peserta didik kepada masalah
|
· Memberikan
salam
· Menanyakan
kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk belajar
· Menanyakan
kehadiran siswa
· Mempersilahkan
salah satu siswa memimpin doa
· Tanya
jawab materi sebelumnya mengenai mengenal batuan penyusun kulit bumi
· Menyampaikan
topik dan kompetensi yang akan dicapai
|
15
menit
|
2.
Inti
Mengorganisasikan peserta didik
Membimbing penyelidikan individu
dan kelompok
Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya
|
· Guru membagi siswa menjadi 6 kelompok
· Siswa
membaca buku teks dan sumber bacaan lainnya tentang vulkanisme
· Siswa mengamati gambar gunung api
· Masing-masing kelompok
mengidentifikasi
masalah dan menjawab pertanyaan pada
lembar kerja
·
Masing-masing kelompok tanya
jawab tentang
vulkanisme
· Guru menjelaskan tentang proses diskusi
· Kelompok 1, mendiskusikan bentuk gunung
api
· Kelompok 2 ,mendiskusikan kegiatan intrusi magma dan ekstrusi magma
· Kelompok 3, mendiskusikan tentang material vulkanik
· Kelompok 4 mendiskusikan tipe letusan gunung berapi
· Kelompok 5 mendiskusikan gejala pasca vulkanik
· Kelompok 6 mendiskusikan dampak adanya gunung berapi
· Masing-masing kelompok menyusun laporan hasil diskusi dengan
mengembangkan konsep berdasarkan lembar kerja hasil pengamatan dengan
didukung buku referensi
·
Masing-masing kelompok
mempresentasikan laporan hasil diskusi kelompok
· Kelompok lain memberikan tanggapan atas presentasi tersebut
|
100
menit
|
1.
Penutup
Menganalisa dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah
|
· Guru dan siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
· Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran terntang vulkanisme
· Siswa dan guru melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
· Pemberian tugas mengumpulkan hasil diskusi
· Guru menyampaikan pokok materi yang akan dibicarakan pada pertemuan
yang akan datang
· Kegiatan
diakhiri dengan salam
|
20
menit
|
RINGKASAN MATERI LITOSFER (AKTIVITAS VULKANISME)
A. Vulkanisme
Vulkanisme
adalah peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan
bumi melalui retakan dalam kerak bumi. Kata Vulkan berasal dari “Vulcano”,
suatu kawah gunung api di Kepulauan Lipari di lepas pantai Italia. Juga
berkaitan dengan nama Dewa Api Bangsa Yunani “Vulcanus”.
1. Istilah-Istilah Vulkanisme
- Vulkanologi adalah ilmu kebumian yang mempelajari
gunung api
- Kawah adalah lubang pada tubuh gunung api sebagai
tempat keluarnya magma. Kawah yang cukup besar disebut kaldera. Bila
kaldera terisi air yang cukup banyak maka akan terbentuk danau kawah atau
danau vulkanik. Kawah dan kaldera yang ada di Indonesia, antara lain:
Kawah Takubanperahu (Jawa Barat), Kawah Gunung Tengger (Jawa Tengah), dan
Kaldera Gunung Batur (Bali).
Magma
adalah meteri kental yang terbentuk di dalam kerak bumi atau di selimut batuan
bagian atas. Merupakan
persenyawaan yang sangat kompleks dari berbagai unsur, terutama berupa Silikat,
air, dan gas-gas. Mungkin seluruhnya berupa cair atau
mungkin juga kental. Magma dapat dibedakan berdasarkan perbedaan susunan
mineral yang dikandung. Kandungan tersebut meliputi Magma Masam (Asam) dan
Magma Basa.
- Magma Masam (Asam) atau dikenal juga sebagai Magma
Silika adalah magma yang banyak mengandung mineral-mineral Silikat dan
Feldspar, cukup banyak Natrium dan Kalium, kurang mineral Besi dan
Magnesium. Umumnya
mineral-mineralnya kurang berat. Kandungan gasnya tinggi, dan lebih
kental. Biasanya menghasilkan ledakan dahsyat kerena tekanan gasnya besar.
Magma tipe ini menghasilkan tipe gunung api komposit atau strato dan
gunung api maar.
- Magma
Basa, magma tergolong Basa (Mafic) adalah magma yang banyak mengandung
mineral-mineral Besi dan Magnesium serta Kalsium, tetapi kurang mineral
Silikat. Kandungan gasnya rendah dengan kekentalan rendah (encer).
Biasanya letusan dari magma ini tidak begitu hebat, erupsinya bersifat
effusif/ meleleh. Tipe gunung api yang dihasilkan oleh tipe Magma Basaltik
adalah tipe gunung api perisai
Menurut Bemmelen magma akan mengalami peristiwa
hipodifferensiasi/ pemisahan magma, dimana magma yang bersifat asam akan
bergerak keatas karena lebih ringan, sedangkan yang bersifat basa dibagian
bawah. Gerakan pemisahan magma di dalam dapur magma tersebut akan menimbulkan
gaya keatas, mendobrak batuan penyusun kerak bumi dan bila ada kesempatan akan
muncul ke permukaan lewat celah-celah retakan atau lewat pipa
gunung api
C.
Meterial Hasil Aktivitas Vulkanisme
Sesuai wujudnya, ada 3 jenis bahan yang dikeluarkan tenaga vulkanisme,
yaitu benda padat, cair, dan gas.
Material vulkanik yang padat disebut efflata atau piroklastik. Ukuran
efflata mulai dari yang paling halus sampai yang kasar atau besar berturut-turut
adalah debu, pasir, lapili (batu sebesar kerikil), batu-batuan besar (bom), dan
batu apung
Bahan cair yang dikeluarkan oleh tenaga vulkanisme terdiri dari 3 macam,
yaitu lava, lahar panas, dan lahar dingin
· Lava adalah aliran magma dipermukaan bumi yang menutup
permukaan disekitarnya
·
Lahar panas adalah aliran lumpur panas yang merupakan
campuran lava dengan air
·
Lahar dingin yaitu batu, pasir, dan debu di puncak
gunung, jika hujan lebat maka air hujan itu akan bercampur dengan debu dan
pasir yang merupakan bubur kental. Cairan ini mengalir dengan deras kebawah
melalui lereng dan jurang dan menyapu bersih semua yang dilaluinya
Terdiri atas :
·
Solfatar (Belerang), yaitu gas Hidrogen Sulfida (H2S)
yang keluar dari lubang
·
Fumarol, yaitu tempat yang mengeluarkan uap air panas
·
Mofet, yaitu tempat yang mengeluarkan gas asam arang (CO2)
D. Erupsi (Ekstrusi Magma)
Ekstrusi magma adalah suatu kegiatan penerobosan magma ke
permukaan bumi. Salah satu contohnya adalah letusan gunung api (erupsi). Berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi waktu magma keluar, erupsi
dibedakan menjadi :
·
Erupsi Linier (Erupsi Belahan)
Gerakan magma menuju permukaan bumi melalui celah-celah atau
retakan–retakan, magma yang dikeluarkan dari gunung api tersebut bersifat
sangat encer dan menutupi wilayah yang sangat luas
·
Erupsi Sentral
Yaitu jika lava keluar melalui terusan kepundan yang berbentuk pipa yang
relatif kecil dan sempit. Akibatnya meterial vulkanik yang dihasilkan berbentuk
kerucut vulkanik. Tipe ini menghasilkan tiga bentuk gunung api, yaitu gunung
api perisai, gunung api maar, dan gunung api strato
Erupsi sentral dibagi menjadi 3 macam yaitu:
·
Erupsi Effusif/ aliran, terjadi pada gunung api perisai
·
Erupsi Eksplosif/ ledakan, terjadi pada gunung api maar
·
Erupsi Campuran (aliran dan ledakan), terjadi pada gunung
api strato
Tiga bentuk
gunung api hasil erupsi sentral
Gunung api ini terbentuk oleh aliran magma cair encer, sehingga pada waktu
magma keluar dari lubang kepundan, meleleh kesemua arah dalam jumlah besar dari
satu kawah besar/ kawah pusat dan menutupi daerah yang luas yang relatif tipis.
Sehingga bentuk gunung yang terbentuk mempunyai alas yang sangat luas
dibandingkan dengan tingginya. Sifat magmanya basa dengan kentalan rendah dan
kurang mengandung gas. Karena itu erupsinya lemah, keluarnya ke permukaan bumi
secara effusif/ meleleh. Akibatnya lereng gunung api ini landai (2-10°)
tingginya tidak terlalu tinggi dibanding diameternya, dan permukaan lereng
halus. Contohnya adalah gunung api di Kepulauan Hawaii
Gunung api ini dibangun oleh materi erupsi yang kebanyakan berupa
piroklastik. Magmanya bersifat masam, lebih kental dan banyak mengandung gas
sehingga erupsinya eksplosif/ meledak. Materi-meteri piroklastik itu akan
diendapkan sedikit demi sedikit sampai terbentuk suatu kerucut gunung api.
Kadang-kadang bahan erupsinya berganti-ganti antara piroklastik dan lava
sehingga kelihatannya berlapis-lapis. Gunung api demikian disebut Composite
Cone atau kerucut campuran. Jadi bentuknya juga seperti kerucut dengan lereng
curam (10-35°) kebanyakan gunung api di Indonesia termasuk dalam gunung
api kerucut.
Bentuk gunung yang tergolong Maar terbentuk kerena terjadi letusan
eksplosif sebuah dapur magma yang relatif kecil dan dangkal, sehingga dengan
satu kali erupsi saja habislah aktivitasnya. Bentuk gunung ini biasanya
melingkar, disamping itu erupsi berupa gas sehingga di sekitar lubang kepundan
habis terkikis oleh gas, dan biasanya meninggalkan lubang besar seperti
kubangan. Erupsinya lemah dan sangat berbahaya karena gas-gas beracun yang
dikeluarkan. Biasanya pada pertama kalinya terjadi ledakan dahsyat dan
menghempaskan sebagian besar tubuh gunung, selanjutnya aktivitas gas lebih
dominan. Contohnyya dijumpai Gunung Lamongan
Kuat atau lemahnya gunung api tergantung dari tekanan
gas, kedalaman dapur magma, luasnya sumber/ dapur magma dan sifat magma (cair/
kental). Menurut aktivitasnya, gunung api dapat
dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
- Gunung
aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja yang kawahnya selalu
mengeluarkan asap, gempa, dan letusan. Misalnya Gunung Merapi
- Gunung
Mati, yaitu gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak meletus lagi,
misalnya Gunung Patuha, Gunung Sumbing
- Gunung
istirahat, yaitu gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan kemudian
istirahat kembali, misalnya Gunung Ciremai, Gunung Kelud
E.
Tipe Letusan Gunung Api
Letusan gunung api adalah suatu ketampakan gejala vulkanisme kearah
permukaan/ suatu aspek kimia pemindahan tenaga kearah permukaan. Tipe letusan
gunung api dibedakan berdasarkan bentuk dan lokasi kegiatan serta lokasi pusat
kegiatan.
a. Berdasarkan bentuk dan lokasi pusat kegiatan
·
Letusan pusat yaitu erupsi yang melalui pipa kepundan
gunung api
·
Letusan celah yaitu erupsi yang tidak melalui lubang
kepundan gunung api melainkan meleleh keluar lewat retakan-retakan kerak bumi.
Contoh: Plateau Pekka di India, dan Plateau Columbia, AS
b. Berdasarkan lokasi pusat kegiatan menurut Rittman (1962)
·
Letusan pusat, lubang kepundan merupakan saluran utama
bagi peletusan
·
Leleran samping, terbentuk apabila magma yang membentuk
Sill menerobos kepermukaan lereng gunung api
·
Korok melingkar, terjadi ketika pipa kepundan
tersumbat oleh magma yang membeku didalamnya, sehingga menghalangi keluarnya
magma dan magma mencari jalan lain menerobos magma mencari jalan lain,
menerobos batuan yang lebih lemah dan terbentuklan lubang kepundan yang baru.
Letusan diluar pusat, terjadi dibagian
kaki gunung api dengan sistem saluran magma tersendiri yang tidak ada
kaitannyan dengan lubang kepundan utama.
Escher membuat klasifikasi letusan gunung api yang
didasarkan pada besarnya tekanan gas, derajat kecairan magma, dan kedalaman
dapur magma sehingga melahirkan tipe-tipe letusan gunung api.
No.
|
Tipe Gunung
|
Tekanan Gas
|
Derajat Kecairan Magma
|
Kedalaman Dapur Magma
|
1.
|
Tipe Hawai
|
Rendah
|
Cair
|
Dangkal
|
2.
|
Tipe Stromboli
|
Sedang
|
Cair
|
Agak dalam
|
3.
|
Tipe Vulkano
a. Vulkano lemah
b. Vulkano kuat
|
Sedang
Sedang
Tinggi
|
Agak cair
Kurang Cair
Kental
|
Agak dalam
Agak dalam
Dalam
|
4.
|
Tipe Merapi
|
Rendah
|
Cair kental
|
Dangkal
|
5.
|
Tipe Pelee
|
Tinggi
|
Kental
|
Dalam
|
6.
|
Tipe St. Vincent
|
Sedang
|
Kental
|
Dangkal
|
7.
|
Tipe Perret/ Plinian
|
Tinggi
|
Cair
|
Sangat Dalam
|
F.
Instruksi Magma
Yaitu proses penerobosan magma ke dalam litosfer tetapi
tidak mampu mencapai permukaan bumi. Intrusi magma menghasilkan
bentukan-bentukan sebagai berikut.
·
Batolit, yaitu magma yang membeku di dalam dapur magma
· Lakolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari resapan
magma dan membeku diantara dua lapisan batuan erbentuk lensa cembung
· Sill/ keeping intrusi, batuan beku yang terbentuk
diantara dua lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar
· Gang/ dike, yaitu magma yang memotong lapisan batuan
dengan arah tegak/ miring, berbentuk pipih dan melebar
· Apofisa, yaitu batuan beku yang bercabang-cabang banyak (seperti
menjari)
· Diatrema, yaitu batuan pengisi pipa letusan, berbentuk
silinder mulai dari dapur magma sampai kepermukaan bumi
· Lapolith, yaitu batuan beku yang mendesak lapisan di atas
dan di bawahnya menjadi bentuk bikonveks
· Pacolith, yaitu jenis batuan beku yang mendesak lapisan
di bawahnya sehingga membentuk suatu bentukan lenssa datar-cembung
G. Gejala-Gejala Gunung Api Akan Meletus
·
Terjadinya getaran bumi
·
Suhu disekitar kawah naik
·
Sumber air tiba-tiba kurang atau
kering
·
Terdengar suara gemuruh
·
Binatang di puncak turun ke lereng
·
Pohon-pohon di sekitar kawah
mengering
H.
Gejala Pascavulkanik/ Post
Vulkanik
Gejala pascavulkanik merupakan gejala yang masih terdapat dari sisa
aktivitas vulkanisme pada gunung api mati/ gunung api beristirahat. Gejala tersebut antara lain:
·
Adanya
sumber air panas
·
Adanya sumber air
mineral
·
Geyser (mata air
yang memancarkan air panas secara periodik)
·
Sumber gas
·
Fumarol ( uap air panas)
·
Solfatar (gas Hidrogen Sulfida)
Pengaruh
vulkanisme terhadap kehidupan
a.
Pengaruh vulkanisme yang
menguntungkan
·
Gunung api merupakan daerah
penangkapan hujan
·
Abu vulkanik bersifat menyuburkan
tanah pertanian
·
Hancuran bahan vulkanis mengandung
unsur hara.
·
Menghasilkan bahan galian, seperti
belerang, perak dan lain-lain
·
Hutan di daerah gunung api berfungsi
menahan erosi serta menyimpan air hujan
b.
Pengaruh vulkanisme yang merugikan
·
Letusan gunung api merusak lahan pertania
·
Hujan abu merusak semua yang dilaluinya
·
Lahar panas bersifat merusak
kehidupan
·
Awan panas merusak kehidupan
·
Lahar dingin mendangkalkan sungai
·
Gas beracun mematikan manusia
·
Gelombang pasang
LEMBAR
KEGIATAN 1 PENGAMATAN PESERTA DIDIK
JUDUL :
Vulkanisme
KELAS
/ SEMESTER : X /2
AMATI GAMBAR
VULKANISME BERIKUT INI, KEMUDIAN ISILAH LEMBAR KERJA YANG ADA DI BAWAH
INI !
Bentuk- bentuk Gunung Api
|
Pengertian
|
Contoh
|
1.
|
|
|
2.
|
|
|
3.
|
|
|
LEMBAR
KEGIATAN 2 PENGAMATAN PESERTA DIDIK
JUDUL : INTRUSI
dan EKSTRUSI MAGMA
KELAS/SEMESTER: X/2
AMATI GAMBAR
BERIKUT INI, KEMUDIAN ISILAH LEMBAR KERJA YANG ADA DI BAWAHNYA !

Penggolongan vulkanisme
|
Intrusi magma
|
Ekstrusi
magma ( Erupsi )
|
Pengertian
|
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
Bentuk- bentuk
|
1.....................................................
2.....................................................
3.....................................................
4.....................................................
5.....................................................
|
1................................................
2................................................
3...............................................
|
LEMBAR
KEGIATAN 3 PENGAMATAN
PESERTA DIDIK
JUDUL :
MATERIAL GUNUNG API
KELAS/SEMESTER: X/2
AMATI GAMBAR
BERIKUT INI, KEMUDIAN ISILAH LEMBAR KERJA YANG ADA DI BAWAHNYA !
